Sisijabar.com | Purwakarta - Bagian dari penghijauan dan tanggap bencana, Satuan tugas (Satgas) Citarum Harum sektor 13 lakukan penanaman pohon di wilayah Kampung Gunung Bayu RT 19/RW 07 Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Komandan sektor (Dansektor) 13 Kolonel Inf Dwi Sunyata melalui Danpok Satgas Citarum Harum Sektor -13 SSK I POK II / Desa Depok, Sertu Ade HB mengatakan, penanaman tersebut dilakukan Satgas Citarum harum sebagai upaya mengembalikan penghijauan pada lahan kritis di wilayah setempat.
Baca juga: Cegah Longsor di DAS Citarum, Ini yang Dilakukan Satgas Citarum Harum sektor 13
"Hari ini kami dibantu warga setempat, telah melakukan penanaman pohon disalah satu lahan kritis di wilayah Gunung Bayu, Desa Depok. Tujuannya, selain untuk penghijauan juga sebagai tanggap bencana di lahan kritis," ucap Sertu Ade HB, Kamis (9/6/2022).
Lokasi yang ditanami sejumlah pohon keras tersebut, lanjut Sertu Ade, merupakan lahan kritis yang sangat berpotensi terjadinya berbagai bencana alam.
Adapun pohon yang ditanam, diantaranya jenis Mahhoni, Jati, Jenjen ,dan tanaman keras lainnnya.
"Untuk jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, yang pasti lokasinya merupakan lahan kritis atau gundul. Jika tidak secepatnya ditanami pepohonan, khawatir dapat menimbulkan bencana seperti longsor dan lainnya," jelasnya.
Diketahui, selain melakukan penanaman pohon di lahan kritis, Satgas Citarum harum khususnya Sektor 13 pun secara berkala memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah setempat. Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam menjaga keseimbangan exosistem alam.
"Hari ini kami dibantu warga setempat, telah melakukan penanaman pohon disalah satu lahan kritis di wilayah Gunung Bayu, Desa Depok. Tujuannya, selain untuk penghijauan juga sebagai tanggap bencana di lahan kritis," ucap Sertu Ade HB, Kamis (9/6/2022).
Lokasi yang ditanami sejumlah pohon keras tersebut, lanjut Sertu Ade, merupakan lahan kritis yang sangat berpotensi terjadinya berbagai bencana alam.
Adapun pohon yang ditanam, diantaranya jenis Mahhoni, Jati, Jenjen ,dan tanaman keras lainnnya.
"Untuk jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, yang pasti lokasinya merupakan lahan kritis atau gundul. Jika tidak secepatnya ditanami pepohonan, khawatir dapat menimbulkan bencana seperti longsor dan lainnya," jelasnya.
Diketahui, selain melakukan penanaman pohon di lahan kritis, Satgas Citarum harum khususnya Sektor 13 pun secara berkala memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah setempat. Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam menjaga keseimbangan exosistem alam.
Baca juga: Ganggu Aliran Sungai, Satgas Citarum Harum sektor 13 Bersihkan Sampah dan Tanaman Liar dari Sungai Cikatul
"Seperti pohon, nantinya boleh ditebang atau dimanfaatkan kayu nya oleh masyarakat yang membutuhkan. Namun untuk menjaga keseimbangan exosistem alam, secepatnya harus kembali dilakukan penanaman. Kalau tidak, laham menjadi kritis dan berpotensi terjadi bencana alam," tandasnya.
"Seperti pohon, nantinya boleh ditebang atau dimanfaatkan kayu nya oleh masyarakat yang membutuhkan. Namun untuk menjaga keseimbangan exosistem alam, secepatnya harus kembali dilakukan penanaman. Kalau tidak, laham menjadi kritis dan berpotensi terjadi bencana alam," tandasnya.
Ikuti berita terupdate Sisijabar.com di Google News


.jpeg)