Cegah Longsor di DAS Citarum, Ini yang Dilakukan Satgas Citarum Harum sektor 13


Sisijabar.com | Purwakarta
- Berbagai upaya terus dilakukan Satuan tugas (Satgas) Citarum Harum sektor 13 dalam mengembalikan kelestarian alam pada lahan kritis di sejumlah wilayah setempat.

Hal tersebut seperti pembuatan lubang untuk penanaman pohon di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum atau tepatnya di Kampung Cilangkap, RT 01/RW 01 Desa Cadassari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta.

Baca juga: Ganggu Aliran Sungai, Satgas Citarum Harum sektor 13 Bersihkan Sampah dan Tanaman Liar dari Sungai Cikatul

Komandan sektor (Dansektor) 13 Kolonel Inf Dwi Sunyata melalui Danpok Satgas Citarum Harum Sektor -13 SSK 1/POK II Desa Cadassari, Serka Yedi mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan Satgas Citarum harum sebagai upaya mengembalikan penghijauan di wilayah setempat.

"Hari ini kami dibantu warga sekitar telah melakukan pelubangan yang nantinya akan ditanam sejumlah pohon untuk penghijauan," ucap Serka Yedi, Senin, 6 Juni 2022.

Lokasi yang nantinya akan ditanami sejumlah pohon keras tersebut, lanjut Serka Yedi, merupakan lahan kritis yang sangat berpotensi terjadinya berbagai bencana alam.

Terlebih, bantaran sungai yang merupakan daerah rawan gerusan air hingga berpotensi terjadi longsor.

"Untuk jenis dan jumlah pohon yang akan ditanam disesuaikan dengan kebutuhan, yang pasti lokasinya merupakan lahan kritis. Jika tidak secepatnya ditanami pepohonan, khawatir dapat menimbulkan bencana seperti longsor dan lainnya," jelasnya.

Diketahui, selain melakukan penanaman pohon di lahan kritis, Satgas Citarum harum khususnya Sektor 13 pun secara berkala memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah setempat. Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam menjaga keseimbangan exosistem alam.
 

Baca juga: Jaga Kelestarian Alam, Masyarakat dan Satgas Citarum Harum Sektor 13 Jaga Kebersihan Lingkungan

"Seperti pohon, nantinya boleh ditebang atau dimanfaatkan kayu nya oleh masyarakat yang membutuhkan, namun untuk menjaga keseimbangan exosistem alam, secepatnya harus kembali dilakukan penanaman. Kalau tidak, laham menjadi kritis dan berpotensi terjadi bencana alam," tandasnya.


Ikuti berita terupdate Sisijabar.com di Google News