Sisijabar.com | Di zaman digitalisasi seperti sekarang ini, masih banyak yang tidak sadar telah meninggalkan jejak di internet saat berselancar atau menggunakan apilkasi.
Bahayanya itu kalau kita ceroboh, jejak digital ini bisa diakses orang lain dengan mudah. Bahkan bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Melansir Sisijabar.com dari Jaditau.id untuk jejak digital sendiri merupakan data yang dibuat oleh pengguna saat menjelajahi internet. Nah, jejak digital ini mencakup keseluruhan aktivitas Anda saat menggunakan internet.
Baca juga: Cocok untuk YouTuber Pemula, Inilah 5 Aplikasi Edit Video di Android
Namun untuk itu, penting bagi Anda memahami implikasi atau dampak dari adanya jejak digital yang sering Anda gunakan.
Anda bisa melindungi data pribadi dengan meminimalisir jejak digital, salah satunya bisa dengan menghapusnya dari internet.
Nah, berikut beberapa cara untuk menghapus jejak digital di internet yang meski Anda tahu:
1. Hapus Semua Cookie
Cara berikutnya dengan menghapus semua cookie. Dengan begitu tidak ada lagi situs yang bisa dilacak.
Ini bisa dilakukan di semua browser yang dipakai dari Chrome hingga Firefox. Jika tidak ingin mengikuti proses panjang dengan membersihkan satu per satu, gunakan alat pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer untuk menghapusnya sekaligus.
Namun untuk itu, penting bagi Anda memahami implikasi atau dampak dari adanya jejak digital yang sering Anda gunakan.
Anda bisa melindungi data pribadi dengan meminimalisir jejak digital, salah satunya bisa dengan menghapusnya dari internet.
Nah, berikut beberapa cara untuk menghapus jejak digital di internet yang meski Anda tahu:
1. Hapus Semua Cookie
Cara berikutnya dengan menghapus semua cookie. Dengan begitu tidak ada lagi situs yang bisa dilacak.
Ini bisa dilakukan di semua browser yang dipakai dari Chrome hingga Firefox. Jika tidak ingin mengikuti proses panjang dengan membersihkan satu per satu, gunakan alat pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer untuk menghapusnya sekaligus.
2. Memeriksa Data yang Berpotensi Bocor
Kasus kebocoran data bukanlah sesuatu yang baru. Sebagai pengguna internet, Anda harus bisa mengantisipasinya.
Adapun caranya dengan menggunakan masuk ke situs web Have I Been Pwned? ini merupakan layanan gratis membantu orang memeriksa apakah data informasi pengguna pernah bocor atau dikompromikan.
Isi alamat email pada situs tersebut, dan berikutnya kamu akan melihat data apa saja yang pernah bocor sebelumnya.
3. Memakai Incognito
Kamu bisa melakukan penelusuran internet dengan mode incognito atau private pada browser. Dengan mode ini, aplikasi tak akan merekam laman yang dikunjungi termasuk kata kunci yang digunakan.
Namun sebagai catatan, bukan berarti cara ini membuat kamu tidak terlacak sama sekali. Sebagai contoh saat masuk ke Facebook, aktivitas masih terekam. Untuk menutupi ISP, kamu bisa menggunakan VPN saat beraktivitas di dunia maya.
4. Membatasi Pelacakan dari Aplikasi
Setiap aplikasi mempunyai pendekatan sedikit berbeda untuk mencatat aktivitas penggunanya dan beberapa di antaranya membiarkan pengguna nyaman dengan incognito. Aplikasi lain akan berhenti melacak saat pengguna memintanya.
Namun, sebagai langkah awal terbaik adalah memeriksa pengaturan untuk menghentikan pelacakan. Jika tidak menemukan opsi ini, hapus seluruh aktivitas secara manual. Proses tersebut akan bervariasi bergantung pada sistem operasi yang digunakan.
5. Menghapus Riwayat Pencarian
Banyak apalikasi yang menyimpan data penggunanya baik secara lokal maupun cloud. Dengan begitu, aplikasi dapat menyinkronkan informasi ke perangkat lain.
Artinya untuk menghapus log pencarian dari ponsel, harus menghapus catatan di berbagai platform. Contohnya akun Google akan menyimpan riwayat pencarian yang dijalankan dari ponsel Android. Untuk menghapusnya, buka akses dari browser web dan buka laman riwayat aktivitas Google, lalu hapus.
Kasus kebocoran data bukanlah sesuatu yang baru. Sebagai pengguna internet, Anda harus bisa mengantisipasinya.
Adapun caranya dengan menggunakan masuk ke situs web Have I Been Pwned? ini merupakan layanan gratis membantu orang memeriksa apakah data informasi pengguna pernah bocor atau dikompromikan.
Isi alamat email pada situs tersebut, dan berikutnya kamu akan melihat data apa saja yang pernah bocor sebelumnya.
3. Memakai Incognito
Kamu bisa melakukan penelusuran internet dengan mode incognito atau private pada browser. Dengan mode ini, aplikasi tak akan merekam laman yang dikunjungi termasuk kata kunci yang digunakan.
Namun sebagai catatan, bukan berarti cara ini membuat kamu tidak terlacak sama sekali. Sebagai contoh saat masuk ke Facebook, aktivitas masih terekam. Untuk menutupi ISP, kamu bisa menggunakan VPN saat beraktivitas di dunia maya.
4. Membatasi Pelacakan dari Aplikasi
Setiap aplikasi mempunyai pendekatan sedikit berbeda untuk mencatat aktivitas penggunanya dan beberapa di antaranya membiarkan pengguna nyaman dengan incognito. Aplikasi lain akan berhenti melacak saat pengguna memintanya.
Namun, sebagai langkah awal terbaik adalah memeriksa pengaturan untuk menghentikan pelacakan. Jika tidak menemukan opsi ini, hapus seluruh aktivitas secara manual. Proses tersebut akan bervariasi bergantung pada sistem operasi yang digunakan.
5. Menghapus Riwayat Pencarian
Banyak apalikasi yang menyimpan data penggunanya baik secara lokal maupun cloud. Dengan begitu, aplikasi dapat menyinkronkan informasi ke perangkat lain.
Artinya untuk menghapus log pencarian dari ponsel, harus menghapus catatan di berbagai platform. Contohnya akun Google akan menyimpan riwayat pencarian yang dijalankan dari ponsel Android. Untuk menghapusnya, buka akses dari browser web dan buka laman riwayat aktivitas Google, lalu hapus.
Baca juga: Terbilang Canggih Tapi Bahaya Mengancam Ponsel Pengguna, Ini 5 Fitur Terdapat di GB WhatsApp
6. Menggunakan Layanan DeleteMe
Ada beberapa pengepul data seperti Spokeo, Whitepages.com, PeopleFinder adalah beberapa nama yang sudah banyak dikenal mengumpulkan informasi dan menjual ke pihak ketiga.
Untuk menghapusnya, gunakan layanan seperti DeleteMe atau Deseat.me yang mampu membantu kamu membersihkan jejak digital. (***)
6. Menggunakan Layanan DeleteMe
Ada beberapa pengepul data seperti Spokeo, Whitepages.com, PeopleFinder adalah beberapa nama yang sudah banyak dikenal mengumpulkan informasi dan menjual ke pihak ketiga.
Untuk menghapusnya, gunakan layanan seperti DeleteMe atau Deseat.me yang mampu membantu kamu membersihkan jejak digital. (***)
Ikuti berita terupdate Sisijabar.com di Google News

