Hujan Deras: Tebing Menuju Tangkuban Parahu Longsor, Akses Menuju Wisata Tertutup


Sisijabar.com | Subang
- Derasnya hujan yang mengguyur Subang selatan beberapa hari ini mengisahkan sedih bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut tentunya akibat cuaca yang tidak bersahabat kejadian longsor di wilayah selatan Subang kembali terjadi.

Kejadian longsor tersebut tentunya di karenakan curah hujan tinggi dan juga kondisi tanah yang labil.

Kejadian tanah longsor tersebut berlokasi di jalur menuju Tempat Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Desa Kahuripan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang secara langsung berbatasan dengan Kabupaten Subang.

Kepala BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin saat di hubungi melalui sambungan Aplikasi Whatsapp, mengatakan bahwa, Tanah sepanjang 30 Meter menutupi jalur yang menuju lokasi Wisata Gunung Tangkuban Parahu, dan tentunya hal tersebut menutup total jalur yang menuju tempat wisata Pegunungan tersebut.

"Alhamdulillah kejadian tanah longsor ini tidak ada korban jiwa, namun tumpukan tanah longsor tersebut menutupi seluruh jalur yang menuju Tangkuban Parahu," ujar Udin Jajudin.

Selanjutnya, Udin juga menambahkan bahwa, peristiwa tebing longsor itu terjadi pasca hujan deras yang mengakibatkan jalur lalu lintas warga dan wisatawan ke obyek wisata yang berada di Desa Cikahuripan, Lembang, tepatnya di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kabupaten Subang, tertutup material longsoran.

"Setelah mendapatkan informasi bahwa ada kejadian longsor di Jalur menuji Tangkuban Parahu, kami langsung menuju TKP bersama petugas BPBD dan juga Tim Gabungan lainnya, kami pun membawa peralatan kebersihan berikut 1 unit alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan menuju objek wisata Tangkubang perahu," ungkap Udin.
 

Selanjutnya, Udin juga menjelaskan bahwa, setelah pihaknya bersama TNI, Polri dan masyarakat membersihkan lalu bersama-sama membubarkan diri.

"Semoga kedepannya tidak ada kejadian yang serupa, maka dari itu masi kita jaga lingkungan kita bersama-sama agar tidak ada kejadian hal serupa," Jelas Udin Jazudin. (Wan)