Ratusan Buruh dan Mahasiswa di Subang Gelar Aksi Demo Kenaikan BBM dan Sembako di Halaman Pemkab Subang


Sisijabar.com | Subang
- Ratusan massa dari Aliansi Buruh Subang (ABS) dan mahasiswa kembali turun ke jalan menggelar aksi di Pemkab Subang, Kamis (15/9/2022).

Dalam aksinya mereka mendesak pemerintah menurunkan harga BBM dan sembako yang memang saat ini dialami masyarakat.

Sementara itu, sebelum menuju Kantor Pemkab Subang, massa buruh dan mahasiswa melakukan aksi longmarch dari Perempatan Wesel Jl. soetoyo menuju kantor Pemkab Subang di Jl. Dewi Sartika, dan kedatangan mereka pun langsung disambut ratusan aparat dari kepolisian, TNI dan Satpol PP yang berjaga di depan Kantor Pemkab Subang.

Baca juga: Setelah Mengisi BBM, Travel Jurusan Cirebon-Jakarta Hangus Terbakar di Tol Cipali KM 98

Dalam aksinya pun mereka membawa aneka atribut aksi. Beberapa diantaranya membawa spanduk dan kertas karton yang berisi sejumlah tuntutan aksi.

Salah satu perwakilan Buruh Perempuan, Esti Setiorini, mengatakan bahwa, pihaknya menyampaikan empat isu sentral yang bakal disuarakan saat aksi demo tersebut, diantaranya, Turunkan Harga BBM, Cabut Omnibus Law, dan Naikkan UMK Subang Tahun 2023 sebesar 20%.

"Dengan adanya kenaikan harga BBM ini bagi kami kaum buruh dan rakyat makin membuaat kondisi kami sebagai buruh dan rakyat terasa sangat berat," ujar Esti.
 

Selanjutnya, Esti bersama rekan-rekan buruhnya pun menambahkan bahwa, dampak terberat dari kenaikan harga BBM, tentunya ada pula kenaikan harga sembako, dan juga kenaikan harga atau ongkos angkutan kota atau perkotaan.

Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Warga Desa Banggalamulya Subang Gotong Royong Perbaiki Jalan Kabupaten dengan Cara Swadaya

"Dampak dari kenaikan BBM ini, diantaranya harga semkabo di pasar pun sudah mulai naik, bahkan kondisi ini diperparaah dengan tidak adanya kenaikan upah Buruh, ya berarti untuk kenaikan upah pun sampai 2 tahun ini tidak ada kenaikan," jelas Esti. (Wan)