![]() |
| Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron |
Sisijabar.com | Mencuatnya kasus peretasan data sejumlah pejabat publik oleh Bjorka dalam beberapa waktu belakangan menghebohkan.
Langkah pemerintah untuk antisipasi peretasan meluas, ia langsung membentuk tim khusus penanganan kasus ini.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron berharap data-data lembaga anti rausah tidak menjadi incaran peretasan.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron berharap data-data lembaga anti rausah tidak menjadi incaran peretasan.
Dirinya juga meminta doa agar pihaknya bisa mencegah dari pembobolan data.
"Mudah-mudahan seandainya disasar, mudah-mudahan KPK mampu menangkalnya, mohon doanya," ungkap Ghufron.
Saat ini, lanjut Ghufron mengatakan, data-data yang dimiliki KPK masih aman dann uga belum ada indikasi kebocoran data akibat peretasan.
"Mudah-mudahan seandainya disasar, mudah-mudahan KPK mampu menangkalnya, mohon doanya," ungkap Ghufron.
Saat ini, lanjut Ghufron mengatakan, data-data yang dimiliki KPK masih aman dann uga belum ada indikasi kebocoran data akibat peretasan.
"KPK sampai saat ini belum menemukan bahwa KPK salah satu instansi yang informasi dan datanya dibobol Bjorka sejauh ini," katanya.
Sementara itu dikabarkan, kini Tim khusus (timsus) yang dibentuk dalam rangka pengusutan kasus peretasan Bjorka telah mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Kita ketahui bersama bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus, yang terdiri beberapa lembaga di antaranya yaitu di situ ada Kepolisian, BIN, BSSN, kemudian Polhukam, Kominfo," kata Jubir Divhumas Polri, Kombes Pol Ade Yaya Suryana kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).
"Kini imsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil mengamankan tersangka inisial MAH," sambungnya. (***)
Sementara itu dikabarkan, kini Tim khusus (timsus) yang dibentuk dalam rangka pengusutan kasus peretasan Bjorka telah mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Kita ketahui bersama bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus, yang terdiri beberapa lembaga di antaranya yaitu di situ ada Kepolisian, BIN, BSSN, kemudian Polhukam, Kominfo," kata Jubir Divhumas Polri, Kombes Pol Ade Yaya Suryana kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).
"Kini imsus telah melakukan beberapa upaya dan berhasil mengamankan tersangka inisial MAH," sambungnya. (***)
Editor: David

