Sisijabar.com | Subang - Diduga warung remang-remang, warga dan aparat kepolisian dan TNI gerebeg warung yang berkedok warungk kopi, di jalan raya Cipendeuy - Pabuaran Subang, Jumat (2/9/2022) malam.
Sementara dalam penggerebekan warung tersebut, petugas juga warga Desa Cipeundeuy, banyak menemukan alat kontrasepsi, serta para wanita penghibur di lokasi tersebut.
Kepala Desa Cipeundeuy, H. Karso Sopanudin mengatakan bahwa, sebelumnya pihak Pemdes Cipeundeuy mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa hampir setiap malam di jalan raya Cipeundeuy - Pabuaran selalu ramai dan juga suara musik yang cukup lumayan kencang.
Menurutnya, setelah mendapatkan Informasi tersebut, dirinya bersama Bhabinkamtibmas dan juga Babinsa AD Desa Cipeundeuy, juga Jajaran Polsek Cipeundeuy langsung melakukan penggerebegan warung tersebut.
"Berawal dari laporan masyarakat, mkaa dari itu kami bersama-sama dengan pihak berwajib melakukan patroli, dan setelah kami datang pun ternyata betul warung tersebut hanya berkedok warung kopi doang," ujar H. Karso atau sapaan akrab H. Wonder.
H. Wonder juga menambahkan dalam hal ini menurutnya ada beberapa warung remang-remang yang memang terlihat ramai oleh para wanita penghibur.
"Ada dua tempat warung atau terlihat seperti panti pijat yang kami datangi, dan salah satunya milik warga Salamjaya Pabuaran Subang, dan jug warga Dusun Ciomas Desa Karangmukti," ungkap H. Wonder.
Sementara itu, sebelumnya kedua pemilik warung ini di datangi puluhan warga Cipeundeuy terkait adanya warung remang-remang yang menjajakan para wanita penghibur.
"Saya inginkan agar pemilik warung tidak membuka warung nya itu, di Desa Cipeundeuy, dan Saya selaku Kepala Desa Cipeundeuy menginginkan Desa Kami bersih dari hal-hal yang tidak baik, dan salah satunya tempat prostitusi," jelas H. Wonder.
Sementara salah satu warga Cipeundeuy, Wawan, mengatakan bahwa, dirinya menduga kuat warung kopi tersebut dijadikan tempat prostitusi lantaran adanya alat kontrasepsi yang ditemukan, dan ada wanita penghiburnya di dalam masing masing kamar.
"Saya sih curiga warung ini bukan hanya warung kopi saja, melainkan warung prostitusi yang memang sangat meresahkan warga," imbuh Wawan. (Wan).
"Berawal dari laporan masyarakat, mkaa dari itu kami bersama-sama dengan pihak berwajib melakukan patroli, dan setelah kami datang pun ternyata betul warung tersebut hanya berkedok warung kopi doang," ujar H. Karso atau sapaan akrab H. Wonder.
H. Wonder juga menambahkan dalam hal ini menurutnya ada beberapa warung remang-remang yang memang terlihat ramai oleh para wanita penghibur.
"Ada dua tempat warung atau terlihat seperti panti pijat yang kami datangi, dan salah satunya milik warga Salamjaya Pabuaran Subang, dan jug warga Dusun Ciomas Desa Karangmukti," ungkap H. Wonder.
Sementara itu, sebelumnya kedua pemilik warung ini di datangi puluhan warga Cipeundeuy terkait adanya warung remang-remang yang menjajakan para wanita penghibur.
"Saya inginkan agar pemilik warung tidak membuka warung nya itu, di Desa Cipeundeuy, dan Saya selaku Kepala Desa Cipeundeuy menginginkan Desa Kami bersih dari hal-hal yang tidak baik, dan salah satunya tempat prostitusi," jelas H. Wonder.
Sementara salah satu warga Cipeundeuy, Wawan, mengatakan bahwa, dirinya menduga kuat warung kopi tersebut dijadikan tempat prostitusi lantaran adanya alat kontrasepsi yang ditemukan, dan ada wanita penghiburnya di dalam masing masing kamar.
"Saya sih curiga warung ini bukan hanya warung kopi saja, melainkan warung prostitusi yang memang sangat meresahkan warga," imbuh Wawan. (Wan).


