Sisijabar.com | Subang - Dampak krisis moneter di Amerika dan perang Ukraina, hampir ratusan perusahaan garmen di Kabupaten Subang sudah mulai Failid, bahkan ada pula pengurangan karyawannya.
Hal tersebut tentunya diungkapkan salah satu HRD manager salah satu perusahaan di wilayah Cipeundeuy Subang.
Begitu pun di wilayah lain di Kabupaten Subang, seperti Kalijati, dan juga Purwadadi, bahkan ada pula perusahaan yang meliburkan karyawan nya sampai satu gedung diliburkan.
Nisfu Sya'bani HRD Manager PT. Wilbes Purwadadi mengatakan bahwa, hampir beberapa bulan terakhir piha nya meliburkan karyawannya, tentunya hal ini dampak krisis di Amerika, bahkan termasuk dari dampak perang Ukraina juga.
"Dampak krisis di Amerika memang menyerang di segala sektor,dan salah satunya sektor industri, hal tersebut tentunya ekspor tidak lancar bahkan dampak perang Ukraina pun sangat terlihat dampaknya terhadap sektor industri," ujar Nisfu.
Sementara itu, HRD Manager PT. Tiga Kyung Seung Cipeundeuy Subang, Suhendra, menjelaskan bahwa, pihaknya tetap sama dengan di perusahaan lain, bahkan seluruh karyawannya pun di pekerjakan sebagai Harian Lepas (Harpas), dan itu pun tidak seterusnya berstatus harian lepas.
"Kalo di perusahaan kami, karyawan tidak di keluarkan namun dari awalnya status kontrak, mereka selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan berstatus Harian Lepas. Namun sebelumnya juga kami pun mengadakan rapat terlebih dahulu dengan pihak Disnakertrans," ungkap Suhendra.
Disisi lain, menurut karyawan dari salahsatu perusahaan di Purwadadi, Ade, memang sangat mengeluhkan adanya permasalahan tersebut, dan ini tentunya perekonomian pun pastinya akan berkurang.
"Saya memang merasa kaget, akan tetapi kalo memang menyangkutpautkan dengan hal tersebut tentuntnya benar juga, bahkan yang saya tau untuk ekspor produksi dari perusahaan saya pun ke Amerika juga," pungkas Ade. (Wan)

