Sambut Idul Adha, Waspada 6 Hal Ini Agar Kolesterol Tinggi Tetap Aman

Kolesterol

Sisijabar.com |
Momen hari raya Idul Adha banyak sekali kegiatan atau berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.

Selain bertemu keluarga atau teman-te,am, momen 
makan bersama menjadi acara yang tak kalah penting. Tentunya makanan bersantan dan daging kerap jadi sajian selama perayaan Idul Adha.

Namun begitu, bagi mereka yang mempunyai penyakit khusus seperti hipertensi, bayang-bayang kolesterol tinggi tidak bisa dihindari lagi.

Tentunya, bagi kebanyakan orang makanan olahan berbahan dasar daging sangat memikat selera, bahkan tak kuat menahan godaannya.

Untuk itu, bagi yang memiliki penyakit khusus sebaiknya agar tetap berhati-hati dan membatasinya.

Maka dari itu, sebaiknya tetap waspada terhadap gangguan kesehatan yang muncul, karena apa pun yang berlebihan akan tidak baik.

Nah, ternyata tidak hanya mengonsumsi daging dan makanan bersantan yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

Mengutip Sisijabar.com dari Accel Research Sites, berikut beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

1. Diet tak seimbang

Penyakit diabetes hingga jantung, pola makan yang tidak seimbang merupakan penyebab masalah kolesterol tinggi.

Selain itu makanan hewani ini sangat populer dan juga mengandung lemak jenuh. Terlalu banyak mengkonumsi zat ini akan meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah.

2. 
Merokok

Dengan kebiasaan merokok bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jantung. Selain itu dapat merusak dinding pembuluh darah.

Sehingga rentan terjadi timbunan lemak lebih. Namun sebaliknya kadar kolesterol baik juga akan mudah turun ketika seseorang merokok.

3. 
Obesitas

Berdasarkan penelitian menunjukkan korelasi kuat antara kelebihan berat badan dan memiliki masalah signifikan dengan kolesterol.

Hal itu karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida (suatu bentuk lemak) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (atau baik).

4. 
Usia

Seiring bertambahnya usia, terhjadinya risiko terkena kolesterol tinggi akan semakin meningkat.

Berdasarkan studi klinis, kadar kolesterol dapat meningkat ketika seseorang berusia 20 tahun.

5. Kurang olahraga

Membuat gerakan dengan berolahraga secara teratur sangat penting untuk kesehatan jangka panjang Anda.

Sebaliknya, kurang olahraga akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dan bisa meningkatkan risiko yang lebih besar, salahsatunya 
penyakit jantung.

6. Faktor keturunan

Penting bagi Anda untuk mengetahui apakah kolesterol tinggi adalah kondisi yang diturunkan dalam keluarga.

Jika benar, lebih penting lagi untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat dan menemukan cara agar selalu tetap aktif secara teratur.***