Sisijabar.com | Bagi para pengguna Android dan Windows diminta untuk melakukan pembaruan (update) pada platformnya.
Pasalnya, Google Chrome dilaporkan sedang diserang di Android dan Windows, dengan eksploitasinya berada di WebRTC.
Pada lubang keamanan zero-day termasuk buffer overlow di WebRTC, hal itu merupakan standar komunikasi real-time yang didukung di semua browser utama.
Pada lubang keamanan zero-day termasuk buffer overlow di WebRTC, hal itu merupakan standar komunikasi real-time yang didukung di semua browser utama.
Semua itu digunakan untuk membangun aplikasi komunikasi audio dan video di situs web pada platformnya.
Berdasarkan laporan dari How To Geek, Google belum mengumumkan terkait detail bug tersebut hingga sebagian besar dari pengguna menginstall patch keamanan.
Adapun bug tersebut masuk dalam klasifikasi sebagai tingkat keparahan tertinggi. How To Geek juga menuliskan bug itu memungkinkan situs web jahat mengambil kendali atas perangkat pengguna.
Sebelumnya perbaikan sudah ada yakni pada Google Chrome versi 130.0.5060.114 untuk Windows dan Chrome 103.0.5060.71 di Android.
Install pembaruan akan secara otomatis pada Google Chrome, namun untuk browser memungkinan memerlukan waktu hingga 24 jam untuk proses memasangnya.
Akan tetapi, Chrome tidak otomatis melakukan restart setelah instal pembaruan dan akan meminta memuat ulang pada browser.
Untuk itu, How To Geek meminta pengguna agar segera menginstall pembaruan untuk memulai ulang Chrome tanpa harus menunggu dan proses otomatis berjalan.
Nah, berikut cara untuk update Google Chrome:
Untuk itu, How To Geek meminta pengguna agar segera menginstall pembaruan untuk memulai ulang Chrome tanpa harus menunggu dan proses otomatis berjalan.
Nah, berikut cara untuk update Google Chrome:
Pengguna Android
- Buka Google Chrome
- Klik ikon titik memanjang ke bawah
- Tekan Settings atau Pengaturan
- Berikutnya scroll layar ke bawah, klik About Chrome
- Update bisa dilakukan melalui Google Play Store
Pengguna Windows
Masuk ke menu Help > About Google Chrome

