Sisijabar.com | Purwakarta - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menggelar Rapat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, di Aula Janaka, Kamis 03 Februari 2022.
Selain hadir unsur Forkopimda dan Satgas Covid-19 Purwakarta. dalam rakor tersebut, hadir pula secara virtual selurug Camat, Kades, Lurah, para Kepala OPD, IDI, PKK, Karang Taruna dan Kader.
Bupati dalam rakornya menyampaikan, terdapat 6 Kecamatan yang termasuk ke dalam zona merah, 5 Kecamatan zona kuning, 3 Kecamatan zona oranye, dan 3 Kecamatan zona hijau.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang bersumber dari Polri, Indonesia saat ini sudah memasuki gelombang ketiga penyebaran Covid-19 varian omicron.
"Saat ini kasus konfirmasi positif sudah mencapai 140 orang, kontak erat 964 orang dan suspek 58 orang," kata Ambu Anne sapaan akrabnya Bupati Purwakarta itu.
Ambu Anne menjelaskan, sejumlah kebijakan sudah diambil melalui Disdik Purwakarta, KCD Pemprov Jabar, serta Kemenag bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen dibatalkan dan diganti menjadi PTM Terbatas dengan maksimal 50 persen peserta didik.
Selain itu, Ambu Anne juga menginstruksikan kepada Camat, Danramil, Kapolsek, serta para Kades untuk mengecek supaya tidak ada lagi sekolah dengan PTM seratus persen.
"Saat ini kasus konfirmasi positif sudah mencapai 140 orang, kontak erat 964 orang dan suspek 58 orang," kata Ambu Anne sapaan akrabnya Bupati Purwakarta itu.
Ambu Anne menjelaskan, sejumlah kebijakan sudah diambil melalui Disdik Purwakarta, KCD Pemprov Jabar, serta Kemenag bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen dibatalkan dan diganti menjadi PTM Terbatas dengan maksimal 50 persen peserta didik.
Selain itu, Ambu Anne juga menginstruksikan kepada Camat, Danramil, Kapolsek, serta para Kades untuk mengecek supaya tidak ada lagi sekolah dengan PTM seratus persen.
"Kita lihat laju perkembangan Covid-19 kedepannya bisa normal kembali atau sekolah dirumah secara virtual," ucap Ambu Anne.
Menurutnya, Operasi Yustisi juga akan kembali lagi digerakan untuk meningkatkan kembali prokes, kemudian aplikasi peduli lindungi harus diaktifkan oleh semua OPD, minimarket, tempat wisata, hotel, restoran dan ritel.
"Meski sesuai Inmendagri Purwakarta saat ini masih Level 1, dengan laju peningkatan kasus konfirmasi yang sangat signifikan ada kemungkinan minggu depan akan terkoreksi," ungkap Ambu Anne. (***)
Menurutnya, Operasi Yustisi juga akan kembali lagi digerakan untuk meningkatkan kembali prokes, kemudian aplikasi peduli lindungi harus diaktifkan oleh semua OPD, minimarket, tempat wisata, hotel, restoran dan ritel.
"Meski sesuai Inmendagri Purwakarta saat ini masih Level 1, dengan laju peningkatan kasus konfirmasi yang sangat signifikan ada kemungkinan minggu depan akan terkoreksi," ungkap Ambu Anne. (***)
