Sisijabar.com | Ketika mengalami kondisi darah rendah atau hipotensi sejatinya kita perlu diwaspadai, seperti halnya darah tinggi.
Dengan kondisi ini umumnya, tekanan darah seseorang berada di bawah nilai 90/60 mmHg. Padahal, normalnya sekitar 120/80 mmHg. Ini dapat menyebabkan kurangnya keseimbangan tubuh.
Faktor penyebab darah rendah bisa bermacam-macam dan ada beberapa tanda adanya kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti gangguan jantung atau infeksi berat.
Berikut kami rangkum dari berbagai sumber, pada Kamis (30/12/2021), beberapa hal yang menjadi penyebab darah rendah:
1. Olahraga intensitas tinggi
Tidak hanya karena penyakit, darah rendah juga bisa disebabkan oleh aktivitas fisik yang terlalu berat atau olahraga intensitas tinggi.
Faktor penyebab darah rendah bisa bermacam-macam dan ada beberapa tanda adanya kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti gangguan jantung atau infeksi berat.
Berikut kami rangkum dari berbagai sumber, pada Kamis (30/12/2021), beberapa hal yang menjadi penyebab darah rendah:
1. Olahraga intensitas tinggi
Tidak hanya karena penyakit, darah rendah juga bisa disebabkan oleh aktivitas fisik yang terlalu berat atau olahraga intensitas tinggi.
Efek ini bisa terjadi dalam waktu singkat setelah berolahraga atau dalam jangka panjang pada orang yang rutin olahraga.
Hipotensi ortostatik terjadi ketika adanya penurunan tekanan darah akibat perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat, seperti dari posisi duduk ke berdiri atau dari posisi tidur ke berdiri.
Ketika mengalami kondisi ini, Anda akan merasakan pusing, berkunang-kunang, atau adanya sensasi seperti hendak pingsan.
Konsumsi obat-obatan, misalnya obat antihipertensi, antidepresan, dan diuretik, bisa memberikan efek samping berupa penurunan tekanan darah. Efek samping darah rendah ini biasanya akan menghilang setelah obat-obatan tersebut berhenti dikonsumsi.
Cara Menangani Darah Rendah
Penanganan darah rendah perlu disesuaikan dengan penyebabnya, berikut sejumlah tips untuk mengatasinya:
2. Hipotensi ortostatik
Hipotensi ortostatik terjadi ketika adanya penurunan tekanan darah akibat perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat, seperti dari posisi duduk ke berdiri atau dari posisi tidur ke berdiri.
Ketika mengalami kondisi ini, Anda akan merasakan pusing, berkunang-kunang, atau adanya sensasi seperti hendak pingsan.
Gejala tersebut umumnya hanya berlangsung selama beberapa menit dan mereda dengan sendirinya setelah tekanan darah kembali normal.
Beberapa riset menyebut orang yang rutin olahraga atau melakukan aktivitas fisik berat seperti para atlet, biasanya memiliki tekanan darah yang lebih rendah.
Beberapa riset menyebut orang yang rutin olahraga atau melakukan aktivitas fisik berat seperti para atlet, biasanya memiliki tekanan darah yang lebih rendah.
Hal ini dikarenakan gerakan tubuh saat berolaraga dapat meningkatkan pasokan oksigen di dalam tubuh.
3. Gangguan Jantung
3. Gangguan Jantung
Masalah di jantung, misalnya aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung, sering kali memicu darah rendah.
Hal ini disebabkan oleh jantung yang tidak lagi kuat memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga memengaruhi tekanan darah dan mengurangi aliran darah.
Pada kasus yang lebih parah, penurunan tekanan darah dalam waktu cepat dan secara drastis juga bisa disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, seperti henti jantung dan syok kardiogenik.
Pada kasus yang lebih parah, penurunan tekanan darah dalam waktu cepat dan secara drastis juga bisa disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, seperti henti jantung dan syok kardiogenik.
4. Efek Samping Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan, misalnya obat antihipertensi, antidepresan, dan diuretik, bisa memberikan efek samping berupa penurunan tekanan darah. Efek samping darah rendah ini biasanya akan menghilang setelah obat-obatan tersebut berhenti dikonsumsi.
5. Gangguan Kelenjar Endokrin
Tekanan darah rendah juga bisa disebabkan oleh gangguan di kelenjar endokrin atau kelenjar penghasil hormon, seperti penyakit hipotiroid, penyakit Addison, dan penyakit hipoparatiroid.
Tekanan darah rendah juga bisa disebabkan oleh gangguan di kelenjar endokrin atau kelenjar penghasil hormon, seperti penyakit hipotiroid, penyakit Addison, dan penyakit hipoparatiroid.
Cara Menangani Darah Rendah
Penanganan darah rendah perlu disesuaikan dengan penyebabnya, berikut sejumlah tips untuk mengatasinya:
- Gunakan stoking kompresi untuk melancarkan aliran darah.
- Hindari mengubah posisi tubuh secara cepat atau tiba-tiba.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari.
- Konsumsi makanan yang mengandung garam atau natrium, tetapi tidak berlebihan.
- Batasi konsumsi alkohol dan minuman berkafein, seperti kopi dan teh.
- Olahraga secara rutin, tetapi sesuaikan jenis olahraga dengan kondisi tubuh.
