Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini Pesan Kalapas Purwakarta


Sisijabar.com | Purwakarta -
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwakarta, pada Selasa, 19 Oktober 2021 bertempat di area blok hunian Lapas Purwakarta, menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama, bagi seluruh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat seluruh peserta terlihat begitu khusuk saat memanjatkan doa serta mengikuti ceramah dalam pengajian yang mengambil tema 'Meneladani Akhlak Rasulullah Dalam Membetuk Kesalehan Sosial Pada Masa Pandemi Covid-19'.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Purwakarta, Sopiana mengatakan, bahwa kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dilakukan agar seluruh penghuni lapas bisa meniru empat sifat yang sudah di contohkan oleh Rasulullah, dan dapat menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari

"Banyak sekali keteladan dari Rosululloh, salah satunya yaitu kesabaran dan merupakan kunci kehidupan. Rasululloh telah banyak sekali memberikan keteladanan kepada kita semua, yang telah membawa kita semua dari kegelapan menuju terang benderang," jelasnya.

Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, sambung Sopiana, diharapkan dapat memupuk mental agama seluruh penghuni lapas.

"Ketaladan Rasululloh salah satunya kesabaran yang merupakan kunci kehidupan," ucap Sopiana.

Sopiana melanjutkan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang melampaui kemampuan dari hambanya, dalam menghadapi ujian tersebut sangat penting untuk dapat bersabar.

"Berada didalam Lapas bukan merupakan akhir dari segalanya, Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang diluar kemampuan dari hambanya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dalam mengahadapi masalah tersebut pentingnya kesabaran." Jelasnya.

Sopiana menambahkan, melalui kegiatan keagamaan semacam itu merupakan bentuk kepedulian terhadap warga binaan.

"Harapannya merekap bisa lebih memahami ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga setelah keluar dari sini mereka dapat berbuat baik sesuai dengan harapan kita. Dan selama masa tahanan kita terus memberikan pengajian agama. Tujuannya agar kerohanian mereka dapat bertambah," pungkasnya. (Red)