Pasca Gempa, Ratusan Warga Di Cianjur Alami Trauma


Sisijabar.com
- Ratusan warga di Kabupaten Cianjur Jawa barat mengalami shok berat, kejadian ini akibat dari gempa bumi yang melanda daerah tersebut pada Senin siang. Warga merasa khawatir dan di hantui oleh gempa susulan.

Hingga sampai berita ini disiarkan, di sekitar tempat kejadian, masih terjadi gempa susulan dan kebanyakan warga yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa barat, Senin,(21/11/2022) merupakan korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Informasi itu dapatkan dari beberapa sumber yang berhasil dihimpun oleh redaksi sisijabar.com.

Kondisi korban yang mengalami luka berat, luka ringan dan korban meninggal kini sedang di tangani oleh pihak medis di RS Cimacan, Kecamatan Cipanas, RSUD Sayang milik Pemerintah di jalan Sawah Gede Kecamatan Cianjur.

Informasi yang di dapat dari rekanan tukang ojek online Grab, sementara ini kondisi jalan raya Cibeureum di Kecamatan Cugenanang mengarah ke warung Sate Shinta yang semula tertutup longsoran tebing, kini sudah dapat dilalui.

"Sekarang mah longsoran tebing di depan Sate Shinta Cibeureum Cugenanang sudah dapat di lalui, karena dikhawatirkan apabila akan ada bantuan dari Pemerintah pusat ke Kabupaten Cianjur, susah untuk dilalui, makanya sekarang akses jalan satu satunya itu, langsung di bersihkan dari material longsor," ujar Ruli pengemudi ojek online, ketika berhasil di hubungi via aplikasi WhatsApp messenger.

Menurut Rusmana warga di kampung Campaka Sarongge Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, hingga kini masih terjadi gempa susulan.

"Disini masih sering terjadi gempa susulan, sampai sekarang diperkirakan terjadi sembilan (9) hingga sepuluh (10) kali kejadian. Kini warga sekitar kampung saya tidak ada yang berani masuk ke rumah karena khawatir," sebut Rusmana ketika di konfirmasi via WhatsApp nya, Senin malam, pukul 20.40 WIB.

Semantara itu menurut informasi terkait bencana di Cianjur, melalui unggahan di media sosial pemerintah Provinsi Jawa barat mnyebutkan bahwa korban yang selamat sebanyak 46 orang meninggal dunia dan 700 orang mengalami luka luka.

Salah seorang petugas dari Polsek Sukaresmi, Polres Cianjur menyebutkan kini pihaknya melakukan assessment dan mendata jumlah korban dan mendata jumlah rumah warga yang terdampak gempa.

Assesment petugas yang terdampak 700 rumah, meninggal 46 jiwa, luka berat 400 orang, luka ringan 600 orang. 
Kebutuhan mendesak, makanan, bahan makanan, selimut, tenda darurat, dapur umum.

Hal tersebut berdasarkan informasi dari R. Errie Bhabinkamtibmas di Polsek Sukaresmi, Polres Cianjur, Polda Jabar, melalui pesan WhatsApp messenger.

Untuk diketahui, untuk saat ini, kondisi dilapangan keadaan aliran listrik. Terlebih lagi jaringan selular juga susah tidak ada sinyal. Hal itu dikarenakan suplai aliran listrik ke BTS mati. (YB)