Penanganan Stunting: Bupati, Dandim dan Kapolres Subang Siap Menjadi Orang Tua Asuh Anak Stunting


Sisijabar.com | Subang
- Percepatan Penanganan Stunting, Forkopimda Subang gelar rapat koordinasi tentang Orang Tua Asuh anak Stunting dan Evaluasi Vaksinasi Covid-19 dosis 3 (Booster), di Aula Oman Syahroni, Senin (1/8/2022).

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Rahmat Effendi yang juga sebagai penyelenggara dalam laporannya menyatakan bahwa, kegiatan Rakor ini bertujuan untuk Percepatan penanganan anak stunting di Kabupaten Subang melalui sosialisasi dan pencanangan orang tua asuh bagi anak stunting.

"Hari ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Subang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Subang. selanjutnya, melihat angka penyebaran mulai meningkat kembali, diharapkan capaian vaksinasi dosis 3, sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ungkap Asda 1, Rahmat Effendi, 
dalam kegiatan rakor tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Dr. Maxi, mengatakan bahwa, berdasarkan data terakhir (1/8/22), tercatat 26 orang positif Covid 19 dengan rincian 1 orang disolasi di RSUD, 5 orang di rumah sakit luar Subang dan 20 orang isolasi mandiri.

"Saat ini sudah mulai berkurang, walau secara tidak langsung masa pandemi masih berlangsung, maka dari itu, saya sarankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sehinnga kita akan terhindar dari yang namanya covid tersebut," ucap Maxi.

Kepala DP2KBP3A Subang Dra. Nunung Suryani, M.Si memaparkan terkait Stunting di Kabupaten Subang, dimana Stunting menjadi salah satu isu menjadi prioritas baik di tingkat pusat sampai ke tingkat daerah dengan diterbitkannya Perpres 72 tahun 2020 tentang percepatan penurunan stunting.

"Stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan Gizi kronis dan infeksi yang berulang, sehingga menimbulkan tinggi dan berat badan anak di bawah standar," ungkap Nunung.

Selanjutnya, Nunung juga menjelaskan bahwa kasus stunting di Kabupaten Subang saat ini berjumlah 2018 orang. Terkait orang tua asuh, dirinya menyarankan setiap orang baik jajaran pemerintahan maupun swasta yang merupakan unsur pentahelix, untuk menjadi orang tua asuh.

"Anjuran dari Pak Bupati bantuan diberikan langsung oleh setiap orang tua asuh dan diberikan langsung kepada sasaran sekaligus memberikan sosialisasi dan pemaparan," jelas Nunung.

Selanjutnya, Dandim 0605 Subang Letkol Inf. Bambang Raditya, juga mengatakan bahwa, sejak tahun 1953, LMR atau Lembaga Makanan Rakyat memberikan program yang namanya 4 sehat 5 sempurna. Program tersebut merupakan salah satu program penanganan stunting di Indonesia. Akan tetapi pada tahun 2013 angka stunting di Indonesia masih berada di 37,4%. Melalui beberapa program akhirnya pada tahun 2018 turun menjadi 30%.

"Bayangkan 5 tahun hanya turun 5%, masih jauh di atas rata-rata standar WHO yaitu 20% dan pada tahun ini Angka stunting di Indonesia masih 24,4% saya meneruskan apa yang disampaikan oleh Ibu Nunung tadi 24,4% ini dari 5,3 juta balita yang ada di Indonesia, targetnya 14% di tahun 2024, berulang kali disampaikan oleh Presiden bahwa kita harus terus berupaya mengejar ketertinggalan kita agar tetap dapat memenuhi atau mengurangi angka stunting sampai di angka 14% di tahun 2024," ujar Letkol Inf. Bambang.

Menindak lanjuti kegiatan pada 29 Juni 2022 tepatnya di Jogjakarta, dimana TNI Angkatan darat dalam hal ini Bapak Kasat TNI AD ditunjuk oleh BKKBN sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia, dirinya mengajak semua pihak untuk berkolaborasi ikut serta menjadi orang tua asuh bagi anak stunting.

"Kita petakan, jangan sampai salah sasaran dan tumpang tindih dan salah metode, saya yakin kita semua bisa," jelas Dandim 0605 Subang.

Selanjutnya,Kapolres Subang AKBP Sumarni, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung terkait program percepatan penurunan stunting dan dirinya siap menjadi orang tua Asuh untuk 5 anak.

"Kita perlu dukung dan percepat gerakan ini, supaya benar-benar Subang ini menciptakan generasi penerus harapan bangsa, dengan generasi-generasi yang sumber daya manusianya mumpuni, yang tentunya dapat memimpin bangsa ini ke depan dengan lebih baik," jelas Sumarni.

Sumarni juga menambahkan terkait Covid19 yang saat ini kembali meningkat. Dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga prokes dan lakukan vaksinasi.

"Saat ini pandeminya masih ada, sebagaimana di ungkapkan Keoala Dinas Kesehatan, kita sama-sama menyimak ada 26 orang yang masih dirawat, artinya Covid ini masih ada, masih nyata, jadi tolong kita semua apalagi dinas instansi terkait perbanyak wawar ke masyarakat, ingatkan masyarakat saat ini covid masih ada," ungkap Kapolres Subang.

Sementara itu, Bupati Subang H. Ruhimat mengapresiasi Penyelenggara Rakor Forkopimda tersebut. Dirinya pun menginstruksikan kepada seluruh Camat untuk segera melaksanakan Rakor di tingkat kecamatan. Terkait Vaksinasi, Kang Jimat pun menginginkan target vaksinasi booster 50% segera tercapai.

"Saya yakin dan tidak ragu kepada kepala puskesmas, saya inginkan Dosis 3 akhir Agustus sudah bisa tercapai," ujar Ruhimat.

Terkait percepatan Stunting dengan program Orang Tua Asuh, Ruhimat juga menginstruksikan kepada Kepala DP2KBP3A untuk segera memberikan target dengan nama-nama.

"Saya minta kepala DP2KBP3A untuk melayangkan target nama nama sasaran," imbuhnya

Ruhimat juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran polres dan Kodim yang selama ini telah menjalankan program percepatan stunting, tentu dirinya pun akan siap untuk menjadi orang tua asuh bagi 5 anak stunting di Kabupaten Subang.

"Saya siap 5 anak Bu Nunung, sebab saya pun sudah jadi pembina 104 orang ODGJ," jelas Ruhimat.

Selain itu, Bupati Subang juga mengajak semua pihak yang mengikuti Program Orang Tua Asuh Anak Stunting, untuk bukan hanya memberikan makanan yang bergizi, tapi juga dibarengi dengan edukasi kepada orang tua, sehingga penanganan Stunting dapat segera teratasi.

"Bukan hanya memberikan sembako ataupun makanan bergizi, tapi saya inginkan sekaligus memberikan edukasi pembinaan. Mohon maaf saya minta teman-teman segera diimplementasikan terkait hal ini dan saya minta semua BUMD juga ikut serta tolong diberikan target Bu Nunung dan saya inginkan bulan ini sudah bisa rapi data tinggal pilih mana yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya itu utamakan," pungkas Bupati Subang, H. Ruhimat.

Sementara Sebelumnya kegiatan Rakor tersebut di hadiri pula, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Para Asisten Daerah, Para Kepala OPD, Para Camat, Para Kepala Puskesmas serta tamu undangan lainnya dari jajaran Pentahelix Kabupaten Subang.