Sisijabar.com | Purwakarta - Guna memperketat pengawasan dan pencegahan potensi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), Satuan Tugas(Satgas) Citarum Harum sektor 13 segera bangun pos pantau disejumlah lokasi rawan kerusakan aliran sungai di wilayah setempat.
Hal itu penting dilakukan sebagai upaya Satgas Citarum Harum dalam melakukan pemantauan DAS secara langsung, termasuk menjaga DAS dari potensi kerusakan yang tak jarang dilakukan sejumlah oknum masyarakat.
"Untuk menjaga hal yang dapat memicu kerusakan DAS tersebut, penting dibangun pos atau saung pantau disekitar lokasi DAS," ujar Danpok 2/SSK 2 Satgas Citarum Harum sektor 13, Sertu Sugiono saat persiapan pembuatan Saung Pantau di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Rabu (18/5/2022).
Baca juga: Tak Dibiarkan Menumpuk, Satgas Citarum Harum Angkut Sampah ke TPST Cikolotok
Selama ini, diungkapkan Sertu Sugiono, pada sejumlah lokasi aliran sungai kerap menjadi tempat pembuangan sampah hingga penambangan pasir sungai secara ilegal.
Selama ini, diungkapkan Sertu Sugiono, pada sejumlah lokasi aliran sungai kerap menjadi tempat pembuangan sampah hingga penambangan pasir sungai secara ilegal.
Hal tersebut, tentunya berpotensi terjadinya bencana, dari meluapnya air hingga longsor pada tebing sungai.
"Untuk mencegah hal tersebut, nantinya personil Satgas Citarum Harum dengan dibantu Linmas akan disiagakan di saung pantau. Jika ada yang akan buang sampah ke sungai atau menambang pasir nya, kita cegah," ucapnya.
Selain itu, personil atau Linmas yang ditugaskan berjaga di saung pantau, nantinya akan memantau secara langsung sejumlah dampak kerusakan pada aliran sungai. Sehingga, pencegahan hingga penanganan pun dapat segera dilakukan.
"Terlebih saat ini cuaca cepat berubah, khawatir tiba-tiba hujan deras dan berakibat banjir atau longsor. Untuk itu, perlu pengawasan atau pemantauan sedini mungkin," jelasnya.
Dengan dibangunnya saung pantau, Sertu Sugiono berharap, potensi kerusakan hingga sejumlah dampak yang ditimbulkan nya dapat segera teridentifikasi dan sedini mungkin dilakukan pencegahan.
"Untuk mencegah hal tersebut, nantinya personil Satgas Citarum Harum dengan dibantu Linmas akan disiagakan di saung pantau. Jika ada yang akan buang sampah ke sungai atau menambang pasir nya, kita cegah," ucapnya.
Selain itu, personil atau Linmas yang ditugaskan berjaga di saung pantau, nantinya akan memantau secara langsung sejumlah dampak kerusakan pada aliran sungai. Sehingga, pencegahan hingga penanganan pun dapat segera dilakukan.
"Terlebih saat ini cuaca cepat berubah, khawatir tiba-tiba hujan deras dan berakibat banjir atau longsor. Untuk itu, perlu pengawasan atau pemantauan sedini mungkin," jelasnya.
Dengan dibangunnya saung pantau, Sertu Sugiono berharap, potensi kerusakan hingga sejumlah dampak yang ditimbulkan nya dapat segera teridentifikasi dan sedini mungkin dilakukan pencegahan.
Baca juga: Antisipasi Luapan Air di Musim Penghujan, Satgas Citarum Harum Sektor 13 Bersihkan Sungai Citarum
Baca juga: Kerap Meluap, Satgas Citarum Harum Sektor 13 Turun Tangan dan Bersihkan Sungai Cigandasoli
Meski begitu, demi suksesi pengawasan akan lokasi rawan kerusakan tersebut, seluruh element masyarakat harus lah terlibat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak pemerintahan desa khususnya Desa Tegalsari, dan respon nya positif, mereka sangat mendukung. Untuk itu, selain personil Satgas Citarum Harum ,nantinya dalam pelaksanaan berjaga di saung pantau akan bersama- sama dengan Linmas dan masyarakat setempat," tandas Sertu Sugiono.
Meski begitu, demi suksesi pengawasan akan lokasi rawan kerusakan tersebut, seluruh element masyarakat harus lah terlibat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak pemerintahan desa khususnya Desa Tegalsari, dan respon nya positif, mereka sangat mendukung. Untuk itu, selain personil Satgas Citarum Harum ,nantinya dalam pelaksanaan berjaga di saung pantau akan bersama- sama dengan Linmas dan masyarakat setempat," tandas Sertu Sugiono.
Ikuti berita ter-update Sisijabar.com di Google News

