Jualan Sepi! Ditegur Dedi Mulyadi, Pedagang Buah Ini Hadang Mobil dan Ngadu Ke Wagub Jabar


Sisijabar.com
| Seorang pria menghadang sebuah mobil milik Wakil Gubernur Jawa Barat 
Uu Ruzhanul Ulum saat sedang mealju pelan.

Diketahui ternyata pria tersebut merupakan pedagang buah yang sebelumnya ditegur Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi yang pada saat itu mendirikan lapak di atas trotoar. 

Sebelumnya, politikus Partai Golkar ini menyasar para pedagang di dekat Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Waktu itu, salah satu pedagang yaitu penjual buah tampak mengamuk hingga menendang dagangannya. 

Namun ternyata pedagang buah ini mengadu ke Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. 

Melansir dari akun YouTube Uu Ruzhanul Ulum [Wagub Jabar], dengan judul "Tukang Buah Laporin Dedi Mulyadi | Pa UU: Sabar Lagi Ramadhan".

Dalam video tersebut, pedagang buah yang kena tegur Dedi Mulyadi menghadang mobil Wakil Gubernur Jawa Barat. 

Ketika mobil berhenti, dia (pedagang buah) langsung menghampiri mobil ke arah pintu belakang tempat Wagub Jabar duduk.

"Ada apa?," tanya Wagub Jabar kepada seorang pria yang menghadang mobilnya.

"Saya selaku warga Jawa Barat minta keadilan, minta kebijaksanaan," jawab pria itu.

Menghadang mobil dan mengadu ke Wagub Jabar

"Ada apa tadi cegat saya di jalan habis acara safari ramadan di Cimahi? Ada apa sebenarnya sampai ribut gini?," tanya  kembali Wagub Jabar.


Wagug Jabar pun turun dari mobil dan mengajak pria tersebut untuk duduk disebuah warung, lalu bertanya kembali kepadanya dan mendengar penjelasannya.

"Kemarin yang jadi masalahnya yaitu saya mempunyai masalah yaitu tempat jualan saya. Kalau dilarang jualan mah enggak, cuma dibongkar gitu pak," kata pedagang buah ini mengadu.

"Saya juga merasa kalau saya salah soalnya saya jualan di trotoar. Cuma iya yang bikin saya enggak enaknya kok langsung dibikin konten gitu. Sedangkan konten tersebut tidak ada izin dari saya," sambungnya.

Pedang buah itu merasa dibikin malu

"Saya juga sadar kalau saya salah, tapi kenapa itu sampai gitu. Kan yang dibikin malu nya saya selaku kepala rumah tangga. Sampai yang merasakan dampaknya juga semuanya. Orang tua saya tahu, saudara-saudara saya juga tahu," ungkap pedagang ini.

"Malahan dampaknya ke saya juga banyak Pak, seolah-olah saya itu salahnya keterlaluan," tambahnya.

Pedagang buah ini juga mengatakan lapaknya kini menjadi sepi pembeli. Hal itu akibat pembongkaran kali kedua yang dirasakannya.

"Terus dampaknya ke dagangan bagaimana?" tanya Wagub Jabar.

"Kan dibongkar itu dua kali Pak. Kalau yang pertama tidak jadi masalah, cuma kerugiannya cukup besar yang pertama. Nah kalau yang sekarang barang-barang enggak hancur, cuma kalau yang sekarang jadi pelanggan itu seolah-olah cuma lewat saja. Kaya enggak mau mampir gitu," jawabnya.

Jawaban Wagub Jabar
 

"Jadi gini ya Alhamdulillah sudah merasa salah, sadar diri dan memang orang itu susah untuk merasa diri bersalah, perasaannya benar terus. Tapi Anda sudah merasa bersalah melanggar aturan pemerintah kota yang ada di wilayah tersebut. Sudah bagus itu," jelas Wagub Jabar.

"Cuma ketika merasa bersalah harus taat ke pemerintah, jangan melawan. Sebab tidak ada keputusan pemerintah untuk menyengsarakan atau memudaratkan masyarakat. Seluruh keputusan pemerintah juga untuk kebermanfaatan," lanjutnya.

"Nanti ke depannya, berdagang memang berdagang tapi ikuti aturan dari pemerintah. Kalau ikuti aturan pemerintah mah tenang, nyaman, enggak bakal ribet dan bermasalah," tambahnya.