Daerah Aliran Sungai Harus Mampu Dijadikan Wilayah Pertahanan Pusat Logistik


Sisijabar.com | Bandung
- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan arahan kepada para Dansektor Citarum Harum, di Ruang Kosasih, Jalan Aceh No.69 Kota Bandung, Selasa (22/02/2022).

Ia mengemukakan, sungai Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat ini dapat menjadi keuntungan karena dapat menjadi potensi bagi kekuatan pertahanan negara.

“Untuk itu, para Komandan Sektor Citarum Harum harus mampu menjadikan Daerah Aliran Sungai untuk wilayah pertahanan sebagai pusat logistik,” ungkap Pangdam.

Menurut Arie, air sebagai sumber kehidupan harus memberikan manfaat yang tinggi kepada masyarakat sekitarnya, kualitas air yang baik untuk keperluan hidup dapat dijadikan menjadi air bersih.

Baca juga: Ridwan Kamil Berikan Arahan ke Bupati/Wali Kota: Displin Prokes hingga Percepat Vaksinasi

"Air merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup, termasuk kebutuhan untuk minum," katanya.

Pangdam juga meminta para Dansektor agar terus mensosialisasikan secara humanis kepada masyarakat menjadi pekerjaan rutin yang tidak boleh ditinggalkan, dengan kebiasaan meninggalkan perilaku membuang sampah ke sungai menjadi salah satu faktor menjaga kualitas air sungai.

“Hal ini pun menjadi tanggungjawab Dansektor untuk selalu mengingatkan kepada para pelaku usaha (pabrik-pabrik) yang membuang sampah atau limbah ke sungai, beri edukasi kepada pengelola pabrik juga harus senantiasa dilakukan,” ucapnya.

Pangdam menuturkan bahwa kepentingan yang lebih besar dari kualitas air sungai harus menjadikan motivasi bagi pengelola pabrik sehingga dengan kesadaran tinggi tanpa pengawasan akan memberikan dampak yang positif untuk menjamin kualitas air sungai sampai dikemudian hari.

Baca juga: Sepanjang 2022, Atalia Kamil Targetkan 39 Kampung Pramuka di Tasikmalaya

“Bila sepanjang Daerah Aliran Sungai sudah bisa disiapkan untuk wilayah pertahanan yang kokoh, maka kesiapan wilayah dalam menghadapi keadaan darurat sewaktu-waktu dapat teratasi," tutur Pangdam.

"Namun, semua penyiapan ini harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di sekitar Daerah Aliran Sungai,” imbuhnya.

Pangdam III/Slw berharap, bagi para Komandan Sektor harus selalu menjadi dinamisator dalam penyiapan wilayah pertahanan dimulai dari sektornya masing-masing sehingga tujuan Sishanta di Wilayah Teritorial Kodam III/Slw dapat terwujud. (Red)